fikathiana May 17, 2017 @ 4:06AM

Telah banyak program beasiswa kuliah di luar negeri yang ditawarkan untuk memberikan kesempatan lebih besar bagi para pelajar Indonesia yang ingin kuliah di luar negeri, dari perguruan tinggi di berbagai negara. Informasi mengenai syarat dan ketentuan mengikuti program beasiswa ini sudah bisa didapatkan secara online dan internasional. Program pertukaran pelajar antar negara, baik itu untuk perguruan tinggi swasta maupun negeri sudah banyak pula dilakukan. Beberapa diantara program beasiswa universitas di mancanegara ini juga menyediakan program pascasarjana.

berburu beasiswa kuliah luar negeri

Image courtesy by hywards | freedigitalphotos.net

Meski sebelumnya, infodari sebenarnya pernah mengupas sedikit tentang bagaimana cara mendapatkan beasiswa luar negeri beberapa waktu lalu di artikel sebelumnya, kali ini kita akan kupas lebih luas lagi.

Tips Berburu Beasiswa Kuliah di Luar Negeri

1. Optimalkan prestasi

Saat kamu masih duduk di SMA, usahakan untuk mendapatkan nilai yang maksimal. Pilih bidang yang memang kamu sukai atau bidang yang kamu targetkan. Tidak ada salahnya meningkatkan prestasi dengan mengikuti berbagai pertandingan atau olimpiade.


2. Aktif di Komunitas atau Organisasi

Tak hanya prestasi, biasanya pemberi beasiswa juga punya penilaian lebih bagi mereka yang aktif di komunitas atau organisasi.

3. Jangan Ragu dan Malu Menjadi Jadi Relawan

Beasiswa Fullbright Amerika Serikat, Beasiswa Chevening dari Inggris dan Beasiswa Erasmus Mundus Eropa cenderung lebih tertarik pada pelamar yang punya pengalaman jadi relawan di kegiatan sosial. Hal ini dikarenakan kuatnya kultur volunteerism di negara mereka, Amerika dan Eropa.

4. Optimalkan Kemampuan Bahasa Asing

Untuk menadapatkan beasiswa kuliah di luar negeri, kamu harus punya kemampuan bahasa asing yang paling utama. Optimalkan bahasa internasional terlebih dahulu, ini yang paling umum disyaratkan, meski biasanya setiap beasiswa memiliki persyaratan tes bahasa yang berbeda-beda. Kejar skor TOEFL di atas 550 dan nilai IELTS di atas 6,5. Manfaatkan kesempatan belajar sebesar-besarnya di dunia online maupun offline.

5. Mencari Pemberi Rekomendasi yang Tepat

Biasanya, pihak pemberi beasiswa akan meminta surat rekomendasi dari orang-orang tertentu yang sudah mengetahui benar rentetan perkembangan prestasi kamu. Surat rekomendasi ini juga bisa dikeluarkan oleh staf pengajar dan dari institusi tempat kamu belajar.

6. Curriculum Vitae yang Jelas dan Informatif itu Penting

Pemberi beasiswa akan membaca pengalaman dan peraihan prestasi kamu sebelum-sebelumnya dari curriculum vitae yang  kamu ajukan atau kirimkan. Cermatlah mencatat berbagai kegiatan yang selama ini pernah kamu lakukan sesuai dengan waktu kegiatannya.

7. Buat Motivation Letter

Motivation Letter ini akan menunjukkan alasan ketertarikan kamu terhadap suatu bidang yang kamu pilih. Di surat ini juga akan menunjukkan mengapa kamu layak mendapatkan beasiswa. Langkah pembuatan motivation Letter ini cukup penting dan cukup berpengaruh pada lamaran beasiswa yang kamu ajukan.

8. Latihan Pra Interview

Setelah kamu berhasil lolos pada tahap penyeleksian administrasi awal melalui CV dan Motivation Letter, nanti kamu akan diharuskan melalui tahap interview. Pihak pewawancara atau panelis dari masing-masing negara pemberi beasiswa, atau profesor yang terkait, akan memberikan interview langsung. Untuk menghindari grogi atau gugup di hari H wawancara, cobalah untuk berlatih dari jauh-jauh hari untuk mencoba menjawab pertanyaan-pertanyaan yang kira-kira akan ditanyakan pada saat interview. Berlatihlah juga berbicara dengan bahasa yang dikuasai sesuai yang disyaratkan oleh negara pemberi beasiswa dengan lebih lugas dan sopan.

Beasiswa dapat meringankan biaya kuliah di luar negeri jika kamu memang kamu punya potensi yang mumpuni. So, ayo kejar beasiswa kuliah di luar negeri yang jadi impianmu.



%d bloggers like this: