Tingkat Kecerdasan IQ Bisa Meningkat Kok!

Siapa bilang kesuksesan itu ditentukan oleh IQ. IQ memang menunjukkan tingkat kecerdasan otak manusia, namun bukan berarti, IQ menjadi parameter kesuksesan seseorang dapat tercapai atau tidak. Jadi jangan sedih kalau ternyata IQ kamu tidak tinggi atau hanya di angka rata-rata.

tingkat kecerdasan IQ
Image courtesy by Trucknroll | flickr.com

Tes IQ digunakan sebagai salah satu tes yang menjadi persyaratan dalam banyak keperluan, baik keperluan pendidikan, maupun pekerjaan. IQ merupakan singkatan dari Intelligent Quotient. Nilai IQ antara 85-114 dikategorikan sebagai nilai rata-rata. Nilai IQ antara 115-129 dikategorikan sebagai tingkat IQ cemerlang atau di atas rata-rata. IQ bernilai 130-144 dikategorikan sebagai nilai IQ berbakat. Sedangkan IQ denganĀ  nilai 145-159 dikategorikan ke dalam kelompok IQ sangat berbakat. Dan terakhir, IQ dengan nilai diatas 160 dikategorikan sebagai tingkat kecerdasan superior atau Jenius.

Para ilmuwan yang terkenal penemu berbagai macam benda yang kini kita gunakan, rata-rata memiliki IQ yang sangat tinggi atau termasuk dalam kategori IQ jenius. Sebut saja Einstein (160), Issac Newton (190), Charles Darwin (165) dan Leonardo Da Vinci (220).

Namun jangan merasa rendah diri jika memang kamu cuma memiliki IQ rata-rata. IQ ternyata bisa berubah. Pernyataan ini didukung juga oleh sebuah penelitian yang dilakukan oleh Wellcome Trust Centre for Neuroimaging di University College London. Dari hasil tes IQ untuk mengukur tingkat kecerdasan otak pada sejumlah siswa berusia 12-16 tahun di tahun 2004 lalu. Kemudian mereka melakukan tes ulang setelah masa tiga tahun kemudian kepada para siswa-siswa yang sama. Itu berarti usia mereka sudah menginjak 15-20 tahun. Dan hasilnya, perbandingan tes IQ mereka antara test IQ pertama dan kedua, menunjukkan adanya peningkatan.

Di saat perjalanan 3 tahun, para siswa itu terus melakukan kegiatan belajar. Itu berarti sel-sel otak mereka terus bekerja aktif. Richard Nisbett, profesor psikologi dari Universitas of Michigan juga menyatakan bahwa IQ atau tingkat kecerdasan otak manusia memang dapat berubah seiring dengan waktu. Pertambahan umur seseorang akan membuat nilai IQ kita dapat semakin stabil. Jadi kecerdasan itu dapat diasah jika otak kita tidak berhenti melakukan aktivitas-aktivitas yang dapat mengasah otak.

Bermain berbagai macam permainan pengasah otak seperti Scrabble, Sudoku dan yang lainnya, dapat membantu perkembangan otak verbal dan matematikan. Masih banyak lagi permainan otak atau Brain-Game lainnya yang dapat kamu lakukan. Melakukan review seperti kebiasaan menulis diary juga merupakan salah satu kegiatan yang dapat meningkatkan tingkat kecerdasan IQ. Selain itu, olah raga juga menjadi faktor penting untuk membuat peningkatan IQ. Dengan berolah raga, maka detak jantung dirangsang untuk meningkat, dan dengan demikian makan aliran darah dan oksigen ke otak dapat bekerja lebih maksimal.

Banyak faktor lain yang mempengaruhi kesuksesan seseorang, bukan dari IQ saja. Salah satu faktor lain tersebut adalah EQ atau Emotional Quotient. EQ ini merupakan parameter ukuran sejauh mana seseorang dapat menggunakan dan menyalurkan emosinya, baik pada dirinya sendiri, maupun kepada orang lain. Selain itu, EQ juga dapat menentukan ukuran sejauh mana seseorang mampu mengekspresikan perasaan sesuai dengan keadaan, memotivasi diri, juga membangun kehidupan bersosialnya dalam berbagai situasi kehidupan dengan baik.

Jangan lagi pernah menganggap, bahwa hanya IQ lah yang dapat menentukan kesuksesan dalam hidup kamu. Masih banyak faktor lain yang bisa mendukung kesuksesan! Meski demikian, jangan pernah berhenti dan gengsi untuk terus belajar untuk dapat terus meningkatkan kecerdasan kamu, karena kecerdasan merupakan “Salah Satu” faktor pendukung kesuksesan.

Comments

comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Human Captcha Verification : * Time limit is exhausted. Please reload CAPTCHA.

%d bloggers like this: