Protes UU Sopa dan Pipa Menuai Aksi Sopa Blackout

aksi protes blackout, sopa pipa wikipediaProtes Undang undang Sopa dan Pipa Menuai Aksi Sopa Blackout — Kabar undang-undang Sopa dan Pipa telah menuai kontroversi bagi internet di seluruh dunia. Terjadi banyak aksi protes dengan rencana diberlakukannya undang-undang pipa dan sopa. Beberapa aksi protes di situs-situs besar pun terjadi dengan terjadi gerakan sopa blackout, seperti adanya google sopa blackout dan wiki sopa blackout. Apa dan bagaimana tentang Sopa dan Pipa tersebut? Berikut ulasannya , serta dampaknya di Indonesia, dikutip dari beberapa sumber.

Stop Online Piracy Act (SOPA) dan Protect IP Act (PIPA), makin dianggap negatif setelah situs besar seperti Wikipedia berencana memprotesnya dengan blackout, Rabu lalu.

Namun, sebenarnya apa yang dimaksud dengan SOPA dan PIPA?

Diwartakan PC World, Kamis (19/1/2012), aksi ini berawal dari perusahaan media yang terus mencari jalan baru untuk melawan pembajakan. Mereka mencoba untuk menggugat secara individu, meminta penyedia layanan internet utnuk mengambil tindakan terhadap pelanggannya, dan bekerja sama dengan pemerintah Amerika Serikat (AS), untuk menutup situs yang berbasis di AS.

Namun di antara tindakan-tindakan tersebut, tidak ada yang dapat menghentikan pembajakan hak cipta oleh situs di luar AS, seperti Pirate Bay dan MegaUpload. Selain itu, juga tidak dapat mencegah akses ke sana oleh para pengguna internet.

Rancangan undang-undang SOPA di Dewan Perwakilan Rakyat AS, dan rancangan undang PIPA dari senat AS, sama-sama mengincar situs asing yang melanggar hak cipta. Rancangan undang-undang tersebut umumnya berhubungan dengan pembajakan media, tapi juga dapat diterapkan pada pengobatan dan barang konsumsi.

Awalnya, kedua rancangan undang-undang tersebut menyediakan dua metode untuk melawan pelanggaran hak cipta pada situs asing. Dalam salah satu metodenya, Departemen Kehakiman AS dapat mengajukan perintah pengadilan untuk membuat penyedia layanan internet memblokir situs yang melanggar. Misalnya, Comcast dapat mencegah pelanggannya untuk mengakses thepiratebay.org, walaupun alamat IP dasarnya masih dapat dicapai. Ketentuan pemblokiran ISP inilah yang jadi perhatian utama para pakar keamanan internet.

Ketentuan tersebut membuat pemegang hak cipta dapat meminta pengadilan memerintahkan layanan pembayaran, pengiklan, dan mesin pencari untuk menghentikan bisnis dengan situs yang melanggar hak cipta. Dengan kata lain, pemegang hak cipta dapat meminta pemotongan terhadap dana yang diperoleh dari situs pelanggar, serta menghapus link menuju situs tersebut.

Meskipun rancangan undang-undang dewan dan senat itu mirip satu sama lainnya, SOPA adalah bentuk yang paling ekstrim di antara keduanya. Rancangan undang-undang tersebut mendefinisikan suatu “situs asing yang melanggar” sebagai situr apapun yang melakukan atau membantu pelanggaran hak cipta. Sedangkan PIPA terbatas pada situs yang hanya digunakan untuk melakukan pelanggaran hak cipta.

Meski telah ditangguhkan, SOPA (Stop Online Piracy Act) dan PIPA (Protect IP Act) sempat menggegerkan Amerika Serikat (AS). Bagaimana pemerintah RI menanggapinya?

“Soal SOPA/PIPA jangan berlebihan menanggapinya karena ini UU negara lain. Di Amerikai, UU ini sudah ditangguhkan,” kata Menteri Komunikasi dan Informatika Tifatul Sembiring di seminar Internet Sehat dan Aman.

Menurutnya, jika AS nekat menjalankan UU ini, “Artinya AS sama saja dengan China.”

Seperti diketahui, pemerintah China sangat mengatur, membatasi dan memiliki peraturan ketat pada kegiatan online warganya.

Di sisi lain, raksasa teknologi seperti Google, Yahoo dan eBay menolak UU ini. Menurut mereka, internet harus terbuka, tidak dibatasi. Hal terpenting adalah, memberi tiap individu bekal agar tak terlibat dalam kejahatan cyber atau tertipu.

Sejak 18 Januari kemarin Google memasang ‘lakban’ hitam (google blackout) yang menutupi logonya sebagai tanda protes terhadap undang-undang Anti Pembajakan Stop Online Privacy Act (SOPA) dan Protect Intellectual Property Act (PIPA). Selain itu Google juga menyertakan sebuah tautan yang mengarahkan para pengguna mesin pencarinya pada sebuah petisi “End Piracy, Not Liberty”.

Dikutip dari CNET, Kamis, 19 Januari 2012, petisi ini ternyata mendulang dukungan dari jutaan pengguna internet. “Angka terakhir pada pukul 4.30 menunjukkan 4,5 juta orang telah mendukung petisi ini, dan angka ini terus bertambah,’ ujar Christine Chen, juru bicara Google.

Tidak hanya di Google, tingginya perhatian warga internet pada protes terhadap SOPA juga terjadi di Wikipedia. Menurut analis dari Zscaler, situs ini malah kebanjiran pengunjung selama melakukan penutupan seluruh halaman berbahasa Inggrisnya kemarin.

“Data menunjukkan bahwa banyak yang mengunjungi Wikipedia, untuk melihat detail protes yang dilakukan WIkipedia.”

Tanggal 18 Januari kemarin memang dicanangkan sebagai gerakan ‘black out’, dimana beberapa situs melakukan pemadaman selama setengah hari atau bahkan sehari penuh. Selain Wikipedia, situs yang ambil bagian dalam gerakan ini antara lain Reddit, icanhascheezburger dan Craiglist. Sementara itu Facebook dan Microsoft juga telah mengeluarkan pernyataan menentang UU ini.

Comments

comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Human Captcha Verification : * Time limit is exhausted. Please reload CAPTCHA.

%d bloggers like this: