Manfaat Pare Sebagai Obat Tradisional Diabetes

Manfaat pare sebagai obat tradisional diabetes ternyata memang cukup ampuh. Pare atau paria merupakan salah satu sayuran pahit yang sering diolah menjadi masakan. Sejak lama pare juga digunakan untuk bahan beragam obat tradisional yang terkenal dapat mengatasi berbagai macam penyakit dan digunakan untuk berbagai perawatan tubuh.

sayuran pare obat tradisional diabetes
Sumber gambar: free image pixabay

Masyarakat Okinawa Jepang, yang terkenal panjang umur, sering mengonsumsi sayuran pare ini.  Begitu banyak kandungan gizi pare diantaranya phyto nutrien, folat, vitamin C, Flavanoid, Vitamin B Kompleks, dan serta serat yang memberikan manfaat bagi kesehatan tubuh. Salah satunya adalah untuk mengatasi penyakit gula darah. Itulah sebabnya mengapa pare dapat dijadikan obat tradisional diabetes.

Pare merupakan salah satu jenis sayuran yang berkemampuan hipoglemik (dapat menurunkan gula darah). Selain itu, pare juga dapat mengontrol kadar insulin. Zat aktif Charantin, alkaloid, dan peptida yang menyerupai insulin juga merupakan zat-zat yang sangat bermanfaat dalam sayuran pare.

Zat aktif Charantin dapat merangsang pertumbuhan sel beta pankreas, organ yang memproduksi insulin. Yang biasanya terjadi pada penderita penyakit diabetes adalah sel beta mereka mengalami kerusakan, sehingga pankreas tidak dapat atau terhambat dalam menghasilkan insulin.

Keunggulan lain dalam tubuh sayuran pare yang tak kalah hebatnya adalah bahwa pare memiliki kandungan antivirus dan antibakteri yang dapat mengatasi infeksi salmonela dam E. Coli, herpes, virus HIV, malaria dan parasit.

Pare merupakan sayuran yang rendah kalori. Ekstrak dari kandungan protein sayuran pare ini, ternyata juga dapat menghambat pertumbuhan tumor prostat dalam beberapa penelitian in vitro berpotensi melawan sel kanker berbahaya lainnya.

Kebanyakan masyarakat mengolah pare untuk menjadi sayur. Di tanah Sunda, pare lebih dikenal dengan sebutan paria. Saya sendiri sering mengonsumsi paria sebagai oseng paria untuk teman makan nasi hangat dengan rasa pedas. Selain dikonsumsi dalam bentuk sayuran, pare juga dapat juga di jus, atau ekstraknya dapat dijadikan bubuk atau kapsul. Dipasaran biasanya dijual sebagai obat herbal diabetes.

Peringatan dalam mengonsumsi pare:

Jika anda akan menggunakan pare sebagai obat tradisional diabetes, tetap berhati-hatilah saat mengkonsumsinya, karena mengonsumsi pare bisa membuat penurunan gula darah terlalu rendah. Anda sebaiknya memonitor kondisi gula darah anda dengan lebih teliti dan berhati-hati. Konsultasikan selalu dengan dokter untuk mendapatkan saran mengenai porsi yang sesuai untuk dikonsumsi serta pengaruh efek sampingnya.

Sedangkan bagi anda yang sedang dalam masa kehamilan atau menyusui sangat tidak disarankan untuk mengonsumsi sayuran pare ini, mengingat zat-zat yang dikandungnya memiliki pengaruh yang cukup kuat. Ini menjadi salah satu resiko melahirkan yang harus dihindari.

Jika anda akan menjalani Operasi Bedah, dikhawatirkan bahwa mengkonsumsi pare dapat mengganggu kontrol gula darah selama dan setelah operasi. Anda harus berhenti mengkonsumsi pare minimal 2 minggu sebelum operasi dijadwalkan. Berhati-hatilah sebelum mengonsumsi berbagai macam obat herbal.

Comments

comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Human Captcha Verification : * Time limit is exhausted. Please reload CAPTCHA.

%d bloggers like this: