Pages Menu
TwitterRssFacebook
Categories Menu

Posted by on Dec 14, 2012 in Kesehatan, Tips n Trick | 0 comments

Jenis-jenis dan Tips Memilih Deodorant yang Cocok

Menggunakan deodorant yang cocok untuk kulit anda terkadang sulit.  Sebagian orang harus melakukan percobaan terlebih dahulu untuk mengetahui cocoknya deodorant yang dipakainya. Padahal, jika anda tahu bagaimana cara memilih deodorant yang bagus, anda dapat mengurangi kemungkinan menghabiskan terlalu banyak isi dompet anda, untuk membeli  dan mencobanya satu persatu.

Deodorant mempunyai fungsi inti, yaitu sebagai bahan yang mengandung anti bakteri, agar mengurangi bau. Bau ketiak, atau keringat berlebih, dapat menyebabkan timbulnya banyak bakteri yang bersarang di ketiak anda. Ada berbagai macam pilihan deodorant menurut fungsinya. Anda dapat memilih, deodorant yang anda gunakan, anda ingin menghilangkan keringat berlebih saja, menghilangkan bau saja, atau keduanya? Anda dapat memanfaatkan deodorant sebagai salah satu cara untuk menghilangkan keringat berlebih dan menghilangkan bau ketiak.

Jenis deodorant berdasarkan fungsi:

1. Deodorant

Deodorant yang hanya digunakan untuk menghilangkan bau, atau menggunakan bahan untuk anti bakteri saja.

2. Deodorant + Anti Perspirant

Selain fungsinya untuk menghilangkan bau, deodorant jenis ini dilengkapi oleh anti perspirant. Anti Perspirant itu adalah bahan penghilang bau yang sekaligus dapat mengurangi kelembaban dan menghambat timbulnya keringat di ketiak.

Jenis deodorant berdasarkan bentuk:

1. Deodorant berbentuk stick, roll-on, krim, dan gel

Deodoran stick umumnya mengandung natrium stearat sebagai thickening/gelling agent, terkandung juga zat antimikroba, humektan, dan parfum. Ada pula yang ditambahkan emollient untuk memberikan rasa halus dan meningkatkan kelinciran. Ada dua kategori stick yaitu stick berbasis etanol (sensasi dingin pada pengguna) dan stick berbasis propilen glikol. Sedangkan deodorant stick berbasis propilen glikol cenderung lebih tahan terhadap penyusutan dan kelarutan beberapa zat aktif lebih mudah.

Deodorant berbentuk stick juga langsung bersentuhan dengan kulit, namun biasanya lebih kering. Sehingga baik untuk digunakan bagi anda yang punya keringat berlebih di ketiak. Deodorant stick ini pun akan menjadi kurang higienis jika ketiak dan aplikatornya tidak benar-benar dijaga kebersihannya.

2. Deodoran Aerosol

Deodoran aerosol merupakan produk deodorant yang disemprotkan. Deodorant aerosol ini mengandung larutan antimikroba dalam pembawa etanol dan/atau propilen glikol dengan propelan khusus untuk deodoran aerosol. Sensasi yang diberika pada jenis deodoran semprot ini dalah dapat memberikan rasa kering pada kulit ketiak karena diformulasikan secara anhidrat. Propelan tersebut tidak mudah terbakar dengan adanya udara atau oksigen.

3. Deodoran Pump Spray

Terdapat 3 jenis deodorant Pump Spray:

  • Hydroalcoholic Pump Spray

Pump spray adalah alternatif aerosol, lebih mampu menghantarkan dosis yang tepat secara higienis pada kulit ketiak. Dedorant jenis Hydroalcoholic Pump Spray biasanya transparan. Deodoran pump spray mengandung zat aktif dan parfum dalam larutan hidroalkohol dengan kelekatan yang rendah. Biasanya bahan minyak pelarutnya ditambahkan ke dalam formula deodorant tersebut untuk menjaga kehomogenan dan kejernihan larutan deodorant. Namun jenis deodorant ini memiliki kekurangan yaitu, kandungan alkohol dalam formulanya yang dapat menyebabkan efek samping yang tidak diharapkan terutama terhadap ketiak yang dicukur.

  • PIT-Emulsion Pump Spray

Pada tahun 1995 sebuah perusahaan Jerman meluncurkan produk pump spray berbasis emulsi. Pump spray yang ramah terhadap kulit ini mengandung kombinasi zat atau bahan yang memiliki sistem penghantaran yang bebas alkohol. Warna deodorant jenis PIT-Emulsion Pump Spray biasanya berwarna putih atau putih kebiru-biruan.

  • Microemulsion Pump Spray

Pump spray ini bebas alkohol dan transparan. Dan beberapa tahun yang lalu diluncurkan di Eropa.  Melalui teknologi PIT maupun tanpa teknologi PIT namun pemilihan bahan-bahan dan penyesuaian parameter-parameter yang tepat, Mikroemulsi  ini dapat diperoleh baik

Tips memilih deodorant yang cocok:

1. Jangan menggunakan deodorant yang menyebabkan iritiasi kulit. Segera hentikan pemakaian jika saat menggunakan suatu jenis deodorant menimbulkan gatal-gatal, menimbulkan bintik-bintik hitam, atau iritasi lainnya.

2. Lebih baik pilih deodorant yang tidak mengandung bahan campuran pemutih ketiak. Untuk kulit yang sensitif, akan lebih rentan menyebabkan iritasi pada kulit anda.

3. Jika hanya ingin mengurangi banyaknya keringat, lebih baik gunakan yang non-parfume. Gunakan deodorant yang mengandung bahan antiperspirant saja.

4. Jangan tergiur dengan harga. Tetap sesuaikan dengan kecocokan kulit anda. Salah memilih deodorant, apalagi membiarkan iritasi yang terjadi, dapat menyebabkan terjadinya kanker. Jadi lebih telitilah pilih deodorant yang cocok. Pilih deodorant yang nyaman di kulit.

5. Untuk anda yang memiliki kulit lebih sensitif, sebaiknya hindari pemakaian deodorant yang mengandung terlalu banyak alkohol, apalagi jika sehabis mencukur rambut ketiak, atau sedang ada luka.

6. Selalu jaga kebersihan ketiak untuk mengurangi timbulnya bakteri di daerah ketiak. Gunakan sabun atau shower gel, dan bilas dengan bersih secara rutin.

7. Pilih deodorant yang mampu menutupi atau mengurangi bau dalam waktu lama.

8. Pilih deodorant yang dapat melarutkan zat aktif dengan baik. Jangan malas membaca aturan pakainya.

Nah, itulah sedikit pembahasan tentang jenis-jenis deodorant dan tips memilih deodorant yang cocok untuk anda gunakan. Gunakan deodorant secara wajar atau tidak berlebihan. Kombinasikan dengan baik bersama parfum yang anda gunakan. Jangan sampai menyebabkan bau yang menyengat karena perpaduan antara deodorant dan parfume yang terlalu banyak.

Dapatkan Artikel-artikel Menarik Infodari.com ke Inbox-mu!

Enter your email address:

Delivered by FeedBurner

Post a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


6 + one =

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>