Pages Menu
TwitterRssFacebook
Categories Menu

Posted by on May 17, 2013 in Aneka Info, Resep Masakan | 0 comments

Istilah-istilah Bahan Membuat Kue

Untuk anda yang baru saja ingin belajar membuat kue atau roti, mungkin belum mengenal beberapa bahan membuat kue yang banyak digunakan. Bahan kue yang sering dicampurkan pada adonan biasanya punya nama, bentuk, tekstur dan fungsi yang berbeda-beda. Berikut ini ada beberapa istilah bahan-bahan membuat kue, yang pada umumnya digunakan dalam pembuatan campuran adonan kue, roti, atau pastry.

Cara membuat kue sangat beraneka ragam, meski sebenarnya bahan dasar yang digunakan hampir sama, apalagi untuk kreasi penampilannya. Maka dari itu, bagia anda yang ingin belajar membuat kue, sebaiknya anda mengenal beberapa istilah pembuatan kue yang sering disebut-sebut dalam berbagai macam resep.

Istilah-istilah Bahan Membuat Kue yang Banyak Digunakan

daftar istilah bahan membuat kue yang banyak digunakan

Image courtesy of John Kasawa | freedigitalphotos.net

  • Emulfisier

Emulfisier adalah bahan pencampur adonan yang berfungsi sebagai pengemulsi adonan. Adonan kue atau roti yang dicampur dengan bahan ini bisa lebih stabil, mudah mengembang, tercampur dengan rata, tidak terlalu cair, juga tidak terlalu padat, dan tidak terlalu cepat berubah karena faktor udara. Anda mungkin pernah mengalami adonan encer dan mudah turun jika tidak segera dimasukkan dalam oven. Maka emulfisier ini dapat membuat adonan anda jadi lebih kental dan tidak mudah turun.

Umumnya emulfisier dikenal dengan nama TBM, Ovalet, SP, VX. Beberapa merek yang banyak dikenal adalah seperti Sponge-28, Starkies, Koepoe-koepoe, dan yang lainnya.

  • Korsvet atau pastry Margarine

Korsvet digunakan untuk membuat berbagai penganan pastry. Korsvet merupakan salah satu jenis lemak yang berfungsi untuk membantu pembentukan lapisan-lapisan renyah pada puff pastry / flaky pastry. Kebanyakan, korsvet terbuat dari lemak nabati dan bentuknya mirip mentega putih. Korsvet itu bukan mentega putih, hanya punya kemiripan tekstur saja.

  • Bread Improver

Agar roti dapat lembut, berserat halus, dan empuk, maka perlu dibubuhkan bread improver ke dalam adonan. Biasanya lebih dikenal dengan nama Unipan atau Baker Bonus. Bread improver mengandung penguat gluten (Ascorbic acie), pelunak gluten (Sodium metabisulfit), makanan ragi (amonium klorida), enzim (Alfa amylase) dan emulfisier (surfactant atau lecitchin). Bentuk bread improver ini berupa serbuk halus berwarna cokelat muda. Biasanya hanya digunakan sebanyak 1 sendok teh dalam 500 gram tepung terigu dalam resep. Merek yang banyak digunakan untuk bahan membuat kue seperti Eka-300, Unipan, Lowan, V9, Baker’s Bonus dan Bakerine Plus.

  • Vegetable shortening atau mentega putih

Vegetable shoretening merupakan lemak tumbuhan sudah diproses terlebih dahulu melalui hidrogenisasi. Dibanding mentega biasa, mentega putih bentuk dan teksturnya lebih keras, dan rasanya tidak gurih. Mentega putih biasanya digunakan untuk ditambahkan dalam resep adonan pembuatan biskuit, pastry, dan bahan dasar buttercream. Vegetable shortening ini biasanya dikemas dengan menggunakan sytrofoam terbungkus plastic wrap.

  • Softcream

Softcream merupakan cream campuran yang digunakan dalam adonan pembuatan buttercream. Warnanya putih, teksturnya sangat lembut, dan aromanya mirip seperti mentega. Jika dicampur dan dikocok dengan mentega putih, campuran ini dapat mengembang dan membuat volumenya menjadi 2 kali lipat. Tekstur adonan yang dihasilkan akan sangat ringan (fluffy) dan warnanya mengkilat. Softcream biasanya dikemas dalam pot plastik.

  • Soda Kue (Baking Soda)

Soda Kue merupakan bahan yang paling sering digunakan sebagai bahan membuat kue atau roti. Soda kue ini adalah bikarbonat soda, dan sering digunakan untuk berbagai macam resep yang menggunakan buah-buahan seperti pisang pada banana cake. Tekstur yang dihasilkan pada penggunaan kue akan memiliki pori-pori besar, dan berremah.

  • Baking Powder

Bahan dasar roti dan kue berupa Baking Powder ini merupakan bikarbonat soda, yang telah dicampurakan dengan bahan lainnya (cream of tartar, bahan pengering, dll) untuk menetralkan. Sedikit berbeda dengan soda kue, tekstur yang dihasilkan akan berpori kecil namun cenderung lebih beremah. Soda kue dan baking powder ini tidak bisa saling menggantikan. Ada pendapat yang mengatakan bahwa baking powder bisa diganti dengan campuran 1 bagian soda kue ditambah dengan 2 bagian cream of tartar.

  • Baking Powder Double Acting (BPDA)

Baking Powder jenis ini dapat menyebabkan pengembangan dua kali lipat. Pengembangan pertama terjadi saat bertemu cairan, dan yang kedua adalah pengembangan berikutnya saat dipanaskan. Karena dapat terjadi pengembangan dua kali ini, maka proses pemanggangan dapat ditunda 15 sampai 20 menit, tanpa harus kehilangan daya angkat atau daya kembangnya.

Referensi: Tabloid Nova

Dapatkan Artikel-artikel Menarik Infodari.com ke Inbox-mu!

Enter your email address:

Delivered by FeedBurner

Post a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


9 + = sixteen

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>