Ikuti Jadwal Imunisasi Bayi demi Kesehatan Buah Hati

Bayi yang baru lahir belum memiliki sistem kekebalan tubuh yang sempurna, maka dari itu diperlukan pencegahan dengan memberikan kekebalan tubuh terhadap suatu penyakit penyakit, yaitu dengan cara imunisasi. Program imunisasi di Indonesia diberlakukan untuk angka penderita suatu penyakit yang sangat membahayakan kesehatan bahkan bisa menyebabkan kematian pada penderitanya. Jadwal imunisasi bayi secara lengkap biasanya diberikan oleh pihak rumah sakit bersalin atau bidan disertai kartu imunisasi untuk mencatat kegiatan imunisasi yang diikuti. Imunisasi pasif diberikan merupakan kekebalan bawaan dari ibu, sedangkan imunisasi aktif harus dilakukan dengan cara vaksinasi.

Dikutip dari id.wikipedia.org, definisi Vaksinasi adalah pemberian vaksin ke dalam tubuh seseorang untuk memberikan kekebalan terhadap penyakit tersebut, atau yang sering disebut dengan imunisasi.

Jadwal imunisasi bayi yang wajib dilakukan

Image courtesy by Sura Nualpradid | Freedigitalphotos.net

Cara pemberian imunisasi umumnya dilakukan dengan cara melemahkan virus atau bakteri penyebab suatu penyakit lalu dimasukkan ke tubuh dengan cara suntik ke otot, kulit, atau lapisan bawah kulit, atau dengan tetesan cairan / telan. Proses ini bertujuan untuk merangsang perlawanan terhadap suatu penyakit dengan terbentuknya antibodi. Antibodi ini akan terus bertahan di tubuh seseorang untuk melawan suatu penyakit yang mencoba masuk ke dalam tubuh.

Bayi yang baru lahir akan diberikan jadwal imunisasi lengkap sesuai dengan standar nasional secara wajib. Secara umum, berikut penjelasan mengenai imunisasi-imunisasi yang harus diberikan sesuai dengan jadwalnya.

Untuk melihat secara lengkap tabel jadwal imunisasi bayi dan balita, silahkan klik langsung link dari situs resmiĀ  IDAI (Ikatan Dokter Anak Indonesia) dibawah ini:

JADWAL IMUNISASI BAYI DAN BALITA | IDAI

MACAM-MACAM IMUNISASI DAN FUNGSINYA, SESUAI JADWAL IMUNISASI BAYI DAN BALITA

1. Imunisasi Hepatitis B

Waktu: Imunisasi Hepatitis B dilakukan dengan cara suntik. Imunisasi ini disuntikkan ke paha bayi setelah lahir, dan sebelum berumur 12 jam, untuk pencegah penularan virus Hepatitis B dari ibu ke bayinya. Kemudian di usia pada usia 1 bulan dan 6 bulan, dapat dilakukan bersamaan dengan pemberian imunisasi DPT dan Hib.

Fungsi: Mencegah serangan virus Hepatitis B yang dapat merusak hati dan menyebabkan kanker hati.

Tips: Untuk ibu hamil, sebaiknya diperiksa, apakah ada kemungkinan terinfeksi hepatitis B, toksoplasma, rubelia, sitomegalovirus, dan herpes.

2. Imunisasi Polio

Waktu: Imunisasi Polio dilakukan dengan cara ditetes. Vaksin Polio akan diteteskan ke mulut bayi baru lahir sebelum pulang ke rumah. Kemudian dilakukan kembali pada umur 2, 4, 6, 18, 24 bulan dan 5 tahun.

Fungsi: Serangan virus polio dapat menyebabkan kelumpuhan. Jika dibiarkan dapat menyerang otak, melumpukan seluruh tubuh dan menyebabkan kematian.

3. Imunisasi BCG

Waktu: Imunisasi BCG dilakukan dengan cara suntik. Vaksin BCG akan disuntikkan di tangan kanan atas pada bayi berumur 2-3 bulan. Reaksi yang timbul biasanya seperti adanya benjolan kemerahan, kemudian pecah seperti nanah, tanpa disertai demam dan nyeri.

Fungsi: Mencegah penyakit paru-paru tuberkulosis (TBC), otak, kelenjar getah bening, dan tulang, yang dapat menyebabkan sakit berat dan berkepanjangan, kecacatan, hingga kematian.

Tips: Bersihkan bekas reaksi yang terjadi dengan menggunakan alkohol atau iodin. Bekas luka biasanya akan menempel permanen dan nampak seumur hidup.

3. Imunisasi DPT atau DPaT

Waktu: Imunisasi ini dilakukan dengan cara suntik. Vaksin DPT disuntikkan pada paha bayi mulai umur 2 bulan, kemudian di umur 4-6 bulan, dan 18-24 bulan. Dapat dilakukan bersamaan dengan imunisasi Hepatitis B dan Hib.

Perlu dilakukan penyuntikan vaksin kembali di bagian lengan pada usia 5-6 tahun, 10-12 tahun, dan 18 tahun, dengan vaksin yang isinya sedikit ada perbedaan.

Fungsi: Mencegah 3 penyakit sekaligus, yaitu; difteri, pertusis, dan tetanus.

4. Imunisasi Hib dan Pneumokokus

Waktu: Imunisasi ini dilakukan dengan cara suntik. Vaksin Hib dan Pneumokokus diberikan diĀ  usia 2, 4, 6, dan 15 bulan. Dapat dilakukan berbarengan dengan imunisasi DPT atau DPat.

Fungsi: Mencegah serangan penyakit dari kuman Hib dan Pneumokokus. Serangan ini dapat menyebabkan radang paru (pneumonia), radang telinga tengah, dan radang otak (meningitis) yang dapat menimbulkan kecacatan hingga kematian.

5. Imunisasi Rotavirus

Waktu: Imunisasi Rotavirus akan dilakukan dengan cara ditetes. Vaksin Rotavirus akan diteteskan secara perlahan ke mulut bayi mulia usia 2, 4 (dan 6 bulan), tergantung jenis vaksin.

Fungsi: Mencegah serangan diaer berat yang dapat menyebabkan bayi muntah mencret hebat, kekurangan cairan, gangguan keseimbangan elektrolit dan asam basa. Serangana seperti ini banyak menyebabkan kematian.

7. Imunisasi Influenza

Waktu: Imunisasi Influenza dilakukan dengan cara suntik. Vaksin influenza disuntikkan mulai bayi berusia 6, 7 bulan, dan dilakukan pengulangan di setiap tahun pada balita, usia sekolah, remaja, hingga dewasa.

Fungsi: Mencegah virus influenza menyerang, yang dapat mengakibatkan anak mengalami batuk pilek hebat, demam tinggi, radang paru, sesak napas, yang dapat menyebabkan kematian.

8. Imunisasi Campak

Waktu: Imunisasi Campak dilakukan dengan cara suntik. Vaksin campak disuntikkan pada pada bayi mulai usia 9 bulan dan 6 tahun.

Fungsi: Mencegah serangan virus campak yang dapat mengakibatkan radang paru (pneumonia), diare, radang otak, demam tinggi, ruam dikulit, mata, mulut, yang banyak menjadi penyebab kematian.

9. Imunisasi Cacar Air (Varisela)

Waktu: Imunisasi Cacar Air dilakukan juga dengan cara suntik. Vaksin Varisela diberikan mulai usia 1 tahun.

Fungsi: Mencegah terjangkitnya penyakit cacar air yang dapat merusak kulit, mata, serta dapat menimbulkan diare. Bahkan bisa menyebabkan radang paru-paru, dan keguguran bila menyerang janin dalam rahim.

10. Imunisasi MMR (Mumps, morbili, Rubella)

Waktu: Imunisasi ini dilakukan dengan cara suntik. Vaksin MMR diberikan mulai umur 15 bulan dan kembali dilakukan pada usia 5-6 tahun.

Fungsi: Mencegah serangan virus MMR atau gondongan, campak dan campak Jerman. Jika virus ini menyerang janin dapat menyebabkan keguguran, buta, tuli, keterbelakangan mental, dan kebocoran sekat jantung bayi.

11. Imunisasi Tifoid

Waktu: Imunisasi Tifoid dilakukan dengan cara suntik. Vaksin Tifoid ini diberikan mulai umur 2 tahun, dan dapat diulang setiap 3 tahun sekali.

Fungsi: Mencegah terserangnya penyakit demam tifoid yang dapat menyebabkan anak mengalami demam tinggi, diare, obstipasi, radang, hingga kebocoran usus. Jika berkelanjutan dapat menyebabkan kematian.

12. Imunisasi Hepatitis A

Waktu: Imunisasi Hepatitis A dilakukan dengan cara suntik. Vaksin Hepatitis A diberikan pada usia 2 tahun dan diulang pada usia 2,5-3 tahun.

Fungsi: Mencegah terjadinya kerusakan hati yang disebabkan oleh virus Hepatitis A yang juga dapat menyebabkan kematian.

13. Imunisasi HPV (Human Pipiloma Virus)

Waktu: Imunisasi HPV dilakukan juga dengan cara suntik. Vaksin HPV diberikan 3x pada remaja perempuan berumur 10 tahun, diteruskan setelah 1-2 bulan dan 6 bulan berikutnya.

Fungsi: Mencegah kanker leher rahim karena adanya virus human papiloma (HPV) yang menyerang tanpa gejala sejak usia remaja. Dan virus ini dapat menyebabkan kanker leher rahim pada usia dewasa.

Referensi: http://organisasi.org/arti-definisi-pengertian-imunisasi-tujuan-manfaat-cara-dan-jenis-imunisasi-pada-manusia, tabloid Nova No.1310/XXVI.

Daftarkan Email Anda untuk Mendapatkan Artikel Terbaru Infodari ...

Tinggalkan pesan atau komentar anda

Your email address will not be published.

*



5 − = three


%d bloggers like this: