Haruskah Pacaran Backstreet Saja?

Istilah pacaran backstreet muncul ketika seseorang harus menjalani hubungan pacaran secara diam-diam. Hubungan backstreet seperti ini biasanya terpaksa dilakukan karena adanya larangan hubungan oleh orang tua. Kecenderungan pasangan yang sedang jatuh cinta membuat mereka memilih jalan untuk backstreet ketimbang memutuskan hubungannya hanya gara-gara ada larangan dari orang tua atau keluarga.

haruskah pacaran backstreet
Image courtesty by atibodyphoto | freedigitalphotos.net

Larangan orang tua tentu beralasan. Beliau-beliau sebagai orang tua tentu tidak akan tiba-tiba melarang tanpa alasan. Mereka telah melalui asam manis kehidupan lebih dulu, sehingga mereka cenderung lebih sensitif dalam melindungi anak-anaknya dari berbagai kemungkinan buruk. Dan setiap orangtua selalu menginginkan yang terbaik untuk anak-anaknya.

Masalahnya, anak muda sering dibutakan oleh cinta. Jatuh cinta membuat sebagian anak muda terkadang melupakan dan menerobos jalur yang melewati batas. Sementara itu, orang tua yang mencoba memberi pagar anak-anaknya sering disalah artikan. Tidak bisa dipungkiri, setiap orang tua memiliki cara masing-masing untuk memberi pagar tersebut, ada yang tegas, adapula yang lebih lugas.

Sebelum memutuskan untuk menjalani hubungan backstreet, ada baiknya kamu menelaah lebih dalam, apa maksud orang tua melarang hubungan kamu dengan dia, cobalah berpikir secara lebih jernih lagi. Jangan dulu menganggap larangan orang tua ini adalah hal buruk dalam kehidupan kamu, sehingga membuat kamu langsung mengambil keputusan untuk pacaran backstsreet.

Harus Pacaran Backstreet?

Sebelum menjawab pertanyaan ini, coba lihat telusuri kembali apa yang diinginkan orang tua kamu.

Beberapa alasan orang tua yang melarang hubungan pacaran sang anak:

1. Orang tua memiliki ekspektasi atau harapan yang lebih besar dari diri kamu sebagai anaknya. Misalnya orang tua ingin kamu lebih fokus ke sekolah atau kuliah yang kamu jalani. Karena orang tua merasa jika kamu pacaran, konsentrasi sekolah atau kuliah kamu akan terganggu.

2. Orang tua menganggap kamu belum cukup umur untuk berpacaran. Usia yang terlalu muda berpacaran cenderung lebih jauh terlena oleh perasaan jatuh cinta, masih labil dalam mengambil sikap atau menentukan batas, dan belum cukup dewasa.

3. Orang tua tidak ingin kamu salah menentukan pilihan. Siapa pasangan kamu tentu dinilai olah orang tua, baik dari penampilan, bersikap, bertutur kata, serta latar belakangnya. Orang tua ingin anaknya mendapatkan pasangan yang baik bahkan yang terbaik.

4. Orang tua tidak ingin anaknya kelak dikecewakan oleh pasangannya. Sense proteksi sebagai orang tua biasanya sering keluar saat mendapati pasangan anaknya dirasa kurang baik. Apalagi jika orang tua mengetahui bahwa pacar anaknya itu ternyata playboy misalnya, atau punya reputasi kurang baik.

5. Orang tua memberikan kriteria tertentu dalam menilai pasangan anaknya, misalnya saja tidak ingin anaknya pacaran beda agama, orang tua ingin calon pasangan anaknya sudah mapan, dari keluarga baik, dan sebagainya.

Tips Pacaran:

Maka dari itu, sebaiknya perkenalkan pacar kamu ke orangtua atau keluarga. Ceritakan sedikit demi sedikit tentang siapa pacar kamu, bagaimana latar belakangnya, terbukalah kepada orang tua. Sebaiknya kamu juga harus selektif memilih pacar dengan baik, kenali betul-betul siapa pacar kamu. Sebelum meyakinkan orang tua, yakinkan dahulu diri kamu sendiri. Kepercayaan orang tua terhadap hubungan kamu bisa tumbuh jika kalian berdua mampu menunjukkan banyak sikap atau dampak positif dari hubungan kalian berdua.

Cobalah juga untuk ber-empati, mencoba merasakan bagaimana jika kamu yang berada di posisi sebagai orang tua. Apa yang akan kamu lakukan jika mendapati pasangan atau pacar anak kamu dinilai kurang baik.

Meski banyak orang bilang pacaran backstreet itu lebih seru daripada pacaran biasa, cobalah untuk memutuskan segala sesuatunya lebih bijaksana, dewasa, dan berpandangan lebih jauh ke depan. Pertimbangkan dan renungkan lebih jauh lagi apa dampak positif dan negatif yang kamu dapat jika kamu terpaksa harus pacaran backstreet. Sudah yakin kalau dia adalah cinta sejati kamu?

Lanjut atau putus saja nih? Backstreet or no?

Be wise to take your decission. Because your future right on your own step!

Comments

comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Human Captcha Verification : * Time limit is exhausted. Please reload CAPTCHA.

%d bloggers like this: