Fenomena Supermoon Minggu 19 Maret 2011

Fenomena Supermoon Minggu 19 Maret 2011 — Berita hangat yang kini jadi perbincangan dunia adalah Fenomena Supermoon Minggu 19 Maret 2011. Sejumlah media massa telah memuat banyak berita tentang fenomena Supermoon tersebut. Fenomena ini dikaitkan dengan ancaman bencana yang terjadi di berbagai belahan dunia. Benarkah demikian pengaruh Supermoon?

Mari kita lihat di langit, dunia akan melihat bulan purnama terbesar dalam dua dekade terakhir, saat satelit mencapai titik terdekat dengan Bumi.

Pada tanggal 19 Maret, bulan purnama akan terlihat lebih besar karena mencapai titik tertentu dalam siklusnya yang disebut sebagai ‘perigee lunar’.

Pengamat akan disuguhi pemandangan spektakuler ketika bulan mendekati Bumi pada jarak 221.567 mil dalam orbit elips – yang terdekat semenjak tahun 1992.

Bulan purnama bisa terlihat hinga 14% lebih besar dan 30% lebih cerah, terutama ketika naik pada ufuk timur saat matahari terbenam atau pada kondisi atmosfer yang tepat.

Fenomena ‘Supermoon’ ini banyak mengundang kekhawatiran, karena diduga terkait dengan peristiwa cuaca ekstrim -seperti gempa bumi, gunung berapi dan tsunami. Terakhir kali bulan berjarak dekat dengan Bumi pada tanggal 10 Januari 2005, beberapa hari sebelum bulan mengalami jarak terdekat, terjadi gempa di Aceh 9,0 skala Richter, juga Badai Katrina pada tahun 2005 di Amerika.

Supermoon sebelumnya terjadi juga pada tahun 1955, 1974 dan 1992 – yang pada masing-masing tahun mengakibatkan peristiwa cuaca ekstrim, dan telah menewaskan ribuan orang.

Astronom Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN), Thomas Djamaluddin mengatakan, sejak saat ini fenomena supermoon sudah bisa disaksikan di seluruh wilayah Indonesia. “Karena purnama telah terbit sejak maghrib, asal langit cerah,” kata dia saat dihubungi VIVAnews.com, Sabtu malam, 19 Maret 2011.

Namun, puncak supermoon, tambah dia, baru akan terjadi pada Minggu dini hari. “Pada pukul 02.10 Waktu Indonesia Barat,” tambah dia. Namun masyarakat tak perlu begadang untuk melihat fenomena ini, toh, pada puncaknya nanti perbedaan Bulan tak terlalu besar.

Malam ini, jelas Thomas, bulan akan terlihat lebih besar dan lebih terang dari biasanya. Sekitar 7 persen lebih besar. Namun, “dengan mata telanjang, susah untuk melihat perbandingannya. Tapi dengan teleskop akan terlihat pembandingnya, lebih besar,” tambah dia.

Meski merupakan fenomena yang jarang, Thomas mengingatkan agar masyarakat tak terlalu heboh, apalagi menghubung-hubungkannya dengan bencana, khususnya gempa 9,0 skala Richter dan tsunami yang terjadi di Jepang, delapan hari sebelum Supermoon. “Ini adalah fenomena astronomi biasa, Bulan berada dalam jarak lebih dekat dengan Bumi.”

Sebelumnya, Badan Antariksa Ameriksa Serikat (NASA) membantah dugaan supermoon terkait bencana. Ilmuwan Goddard Space Flight Center NASA, Jim Garvin menjelaskan, supermoon terjadi saat Bulan sedikit mendekat ke Bumi daripada rata-rata. Efek ini paling terlihat saat terjadi bulan purnama. “Bulan akan terlihat lebih besar, meski perbedaan jarak dari Bumi hanya beberapa persen di banding biasanya,” kata dia seperti dimuat situs Space.com.

Pendapat Thomas senada dengan para astronom lainnya. Pete Wheeler dari International Centre for Radio Astronomy juga membantah anggapan bahwa supermoon bakal membawa bencana. “Tak akan ada gempa bumi atau gunung meletus,” kata dia seperti dimuat News.com.au, Jumat, 4 Maret 2011. “Kalau memang itu terjadi, itu sudah ditakdirkan.”

Sementara itu, pakar bumi dan planet dari Adelaide University, Dr. Victor Gostin punya pendapat agak berbeda. Dia mengatakan, selama ini prediksi cuaca, gempa, gunung meletus, dan bencana alam lainnya berdasarkan konfigurasi planet tidak pernah akurat sepenuhnya. Namun, menurut dia dimungkinkan ada suatu korelasi antara gempa bumi berskala besar di dekat katulistiwa dan kondisi bulan. “Analoginya seperti pasang surut air laut, pergerakan bumi akibat gravitasi bulan bisa memicu gempa bumi.”

Fenomena Supermoon 2011 ini memang menimbulkan banyak tanggapan. Fenomena Supermoon ini dikaitkan dengan berbagai bencana. Fenomena aneh yang disebut juga sebagai Lunar Perigee ini disinyalir akan mencapai puncak supermoon pada Minggu dihi hari.

Comments

comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Human Captcha Verification : * Time limit is exhausted. Please reload CAPTCHA.

%d bloggers like this: