Pages Menu
TwitterRssFacebook
Categories Menu

Posted by on Feb 25, 2013 in Blogging | 0 comments

Buat Checklist: Catatan 15 Hal Penting Saat Mengganti Template Blog

Buat Checklist: Catatan 15 Hal Penting Saat Mengganti Template Blog – Jika kamu memiliki blog wordpress, dan punya keinginan untuk merubah atau mengganti template blog atau theme yang sudah lama dipakai, maka akan banyak pekerjaan yang harus dilakukan. Atau kamu mungkin bosan dengan template yang sudah dipakai lama. Tidak hanya merubah template saja, beberapa hal penting harus dicatat sebelum mengganti template. Catatan ini dibuat sebagai checklist, agar tidak ada langkah penting yang terlewati pada saat proses mengganti template baru blog kamu.

Alam pikiran saya lagi seneng tulis tentang tips dan trik ngeblog nih. Sebelum artikel ini saya juga telah menuliskan bagaimana cara praktis merubah ukuran font di wordpress dengan menggunakan plugin.

Perlu diingat, pada saat menggunakan template sebelumnya, mungkin kamu memasukkan banyak script baik di homepage, sidebar, atau di dalam post. Maka jangan lupa untuk kembali menuliskannya di template baru kamu. Sekarang mari kita lihat,

catatan penting Mengganti Template Blog

Beberapa hal penting yang harus dicatat untuk diceklis sebelum mengganti template blog.

1. Buat catatan penting template yang lama.

Pada template sebelumnya, mungkin anda memasukkan berbagai macam kode script tambahan. Kode tambahan tersebut bisa berupa file khusus, atau script yang dimasukkan ke function.php, singlepost.php, index.php, header.php dan di dalam file lainnya. Buka dan catat script-script tambahan tersebut. Catat kecepatan loading blog anda, agar anda dapat membandingkan kecepatan loading template lama dengan yang baru. Gunakan fasilitas situs seperti pingdom tools atau Yslow untuk mengecek kecepatan setiap halaman di blog anda.

2. Jangan lupakan sidebar.

Pastikan template baru kamu sudah widget-ready. Sidebar widget ini sangat mudah digunakan pengguna wordpress untuk mengaturnya. Banyak blogger menempatkan berbagai widget di sidebar seperti misalnya untuk daftar link, kotak iklan, dan widget lainnya. Jika kamu menggunakan template baru yang tidak widget-ready, maka semua widget kamu sebelumnya bisa hilang. Buka juga file sidebar.php, perhatikan ada perubahan apakah didalamnya yang pernah anda lakukan. lebih aman jika anda membuat list widget apa saja yang digunakan di template lama. Jika anda pernah melakukan perubahan atau menambah script khusus di dalamnya, catat daftarnya secara rinci, termasuk kode script di dalamnya jika ada.

3. Kode-kode tracking

Banyak blog yang menggunakan banyak kode tracking didalamnya, misalnya tracking code dari google analytics, perhitungan jumlah visitor dengan histats, alexa,  atau dari service lainnya. Juga kode-kode adsense yang ada di template lama. Catatlah kode-kode tersebut, yang nantinya akan anda masukkan lagi di template baru.

4. Cek halaman RSS

Banyak blog menggunakan FeedBurner untuk mengintegrasikan WordPress RSS Feeds. Banyak template yang sudah menyediakan integrasi feedburner dari setting panel, namun ada juga yang tidak. Kamu harus pastikan bahwa feedburner kamu mengarah ke halaman feed yang sama seperti sebelumnya. karena jika tidak, akan terbuat link halaman rss feed baru.

5. Backup blog

Ini adalah tindakan yang penting dari keseluruhan catatan. Kamu tentu tidak ingin kehilangan file-file yang sudah ada sebelumnya, baik file template maupun file kerja di blog wordpress kamu sebelumnya. Lakukan backup ini untuk membuat anda aman saat melakukan banyak perubahan di template baru, jika ada kesalahan, kamu dapat merestore kembali file sebelumnya.

6. Maintanance mode

Kamu tentu tidak ingin jika pengunjung kamu melihat adanya kerusakan saat kamu mengganti template baru. Buat blog kamu disetting dalam Maintanance Mode untuk beberapa waktu, selama kamu melakukan proses penggantian template (Bisa 15-60 menit, tergantung kebutuhan anda). Buat tampilan blog kamu untuk menunjukkan kepada visitor bahwa sedang ada proses maintanance di blog kamu. Setelah perubahan template selesai, kamu dapat melepas kembali maintanance mode pada blog kamu. Dan kamu bisa mengaktifkan template baru segera.

7. Cek semua fungsi dan plugin

Setelah template diaktifkan, pastikan bahwa semua fungsi dan plugin yang diinstall masih bisa berjalan atau bekerja. Coba lihat catatan nomer 1 yang anda buat sebelumnya. Disinilah gunanya kamu membuat catatan sebelum merubah template. Cek semua tentang proses komentar, halaman single post, 404 page, archive page, contact page, dst. Masihkah berjalan dengan baik atau tidak. Pastikan plugin yang kamu gunakan di template lama masih berjalan dengan baik di template baru.

8. Periksa Browser Compabilty

Test blog kamu apakah masih diakses oleh semua browser? Setiap browser memiliki tingkat rendering blog berbeda-beda, terutama untuk Internet Explorer. Browser ini dijadikan patokan, browser paling basic, apakah blog kamu masih tampil dengan baik menggunakan internet explorer. Karena masih banyak pengguna internet yang menggunakan browser internet explorer.

Pages: 1 2

Dapatkan Artikel-artikel Menarik Infodari.com ke Inbox-mu!

Enter your email address:

Delivered by FeedBurner

Post a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


seven − = 5

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>