Berencana Ambil Kredit Rumah ? Ikuti Tips Penting Ini!

Memiliki sebuah rumah semakin mudah bagi siapapun yang ingin membeli rumah idaman. Harga rumah dan tanahnya yang semakin hari semakin melambung, kini tak lagi jadi masalah, dengan adanya fasilitias kredit rumah yang disediakan oleh developer yang bekerja sama dengan bank-bank nasional. Meski mudah, anda tetap harus cermat dan bijaksana memilih kredit kepemilikan rumah yang akan anda ambil.

tips pertimbangan kredit rumah kpr
Image courtesy by renjith krishnan | freedigitalphotos.net

Tak hanya kredit kepemilikan rumah tinggal, beberapa fasilitas kemudahan juga disediakan bank untuk kredit mobil, motor, serta kredit berbagai macam pembelian isi rumah, hingga ke kredit usaha. Beberapa bank juga menawarkan system angsuran yang fleksibel bagi calon pembeli.

Berbagai tawaran menarik akan tampak menggiurkan, terutama jika tawaran-tawaran menarik itu sesuai dengan apa yang kita inginkan. Apalagi saat ini juga sudah banyak yang ditawarkan kredit rumah dengan uang muka yang sangat terjangkau, namun ternyata tidak semurah yang dibayangkan, karena masih banyak lagi biaya-biaya yang harus dibayar pada awal kredit kepemilikan rumah/KPR.

Hendaknya anda dapat bijaksana memilih berbagai macam tawaran kredit beli rumah yang ditawarkan. Anda perlu memperhatikan beberapa hal penting saat akan mengambil kredit atau KPR, termasuk perhitungan biaya KPR yang terencana dengan pasti.

Pertimbangkan Hal-hal Penting ini Sebelum Mengambil Kredit Rumah (KPR)

1.    Cermati Bank  yang anda pilih sebelum anda mengambil keputusan untuk kredit rumah, apakah bank tersebut sudah cukup berpengalaman dalam pengelolaan fasilitas KPR. Anda dapat melihat perkembangannya melalui situs bank yang bersangkutan. Perhatikan pula kinerja financial bank tersebut, terutama asset, rasio kecukupan modal yang dimiliki bank tersebut, kredit macet (non performing loan), dan diversifikasi usahanya.

2.    Pilih bank yang telah bekerja sama dengan pengembang atau developer perumahan yang akan anda beli. Hal ini akan memudahkan anda dalam proses administrasi, dan juga akan menghemat waktu, biaya dan tenaga. Biasanya, bank-bank tersebut akan membuka counter secara online di kantor pemasaran masing-masing developer perumahan yang bekerjasama, sehingga proses aplikasi KPR dapat diselesaikan di satu tempat.

3.    Pilih produk KPR yang memiliki suku bunga kompetitif, besar bunga tidak terlalu jauh berbeda dengan suku bunga Bank Indonesia (SBI). Dengan begitu, KPR anda akan lebih aman dan dapat menjamin kepastian biaya angsuran.

4.    Jangan tergoda dengan iming-iming suku bunga rendah. Minta penjelasan lebih jauh tentang bagaimana perhitungan bunga lebih rinci selama jangka waktu pinjaman atau angsuran (tenor). Biasanya, bank-bank yang menawarkan suku bunga nol persen atau lebih rendah dari deposito dari tahu pertama, akan membebankan kewajiban atau bunga lebih tinggi (bunga pasar) di tahun-tahun berikutnya.

5.    Perhatikan tenor pinjaman kredit rumah, dan sesuaikan dengan pendapatan bulanan anda. Idealnya, perhitungan yang sesuai adalah 30% dari pendapatan, dialokasikan untuk mengangsur KPR. Lebih pendek waktu tenor, maka akan lebih bear pula cicilan atau installment-nya. Begitu pula sebaliknya, jika tenor semakin lama, maka cicilan juga akan semakin kecil.

6.    Jangan menggunakan fasilitas kredit rumah di luar pembiayaan inti angsuran atau cicilan, walaupun banyak ditawarkan paket spesial. Misalnya KPR plus kredit mobil lebih murah. Cobalah sesuaikan dengan kemampuan anda. Jika tidak diperlukan dan melebihi ideal alokasi biaya angsuran pada penghasilan, sebaiknya tidak usah diambil. Karena pembayaran keduanya tentu akan menyebabkan nilai cicilan atau angsuran anda semakin besar.

7.    Jumlah cicilan “tetap”  pada kredit rumah yang akan anda ambil merupakan pilihan bijak berikutnya. Cicilan tetap seperti ini sudah banyak diberikan kepada calon pembeli. Hal ini dapat membantu agar anda memiliki kepastian anggaran untuk cicilan setiap bulannya. Biasanya, produk KPR dengan tawaran seperti ini akan disesuaikan dengan perkembangan suku bunga pasar, dengan perubahan hanya pada posisi tenor. Contohnya, jika pada saat cicilan rumah mencapai bulan ke -24, makan tenornya akan diperpendek dengan jumlah cicilan tetap. Sebaliknya, jika suku bunga pasar melonjak, makan tenor akan diperpanjang.

Comments

comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Human Captcha Verification : * Time limit is exhausted. Please reload CAPTCHA.

%d bloggers like this: