Apa itu Kepribadian Ambivert dan Ciri-cirinya

Kepribadian AMBIVERT adalah perpaduan antara kepribadian introvert (banyak berpikir tapi sedikit beraktifitas) dan ekstrovert (lebih banyak beraktivitas dan bersosialisasi). Orang yang memiliki kepribadian ambivert sering berubah ubah pada masa-masa tertentu, terkadang ia bisa berubah dari introvert ke ekstrovert dan sebaliknya.

apa itu kepribadian ambivert dan ciri-ciri ambivert
Image courtesy by nenetus | freedigitalphotos.net

Keuntungan bagi ambivert adalah bahwa mereka lebih mampu menyesuaikan diri saat berinteraksi dengan siapapun yang memiliki kepribadian introvert dan ekstrovert. Para ambivert mempunyai kelemahan, yaitu memiliki sifat moody dalam melakukan banyak hal.

Ciri-ciri Kepribadian Ambivert

1. Semangat yang menggebu-gebu tidak berlangsung lama

Bagi ambivert, waktu menyendiri dan bersosialisasi punya porsi yang sama-sama penting. Semangat yang menggebu-gebu sering datang namun tidak dalam waktu lama, sehingga butuh waktu menyendiri untuk men-charging kembali semangat yang sudah turun.

2. Tidak terlalu blak-blakan tapi juga tidak terlalu tenang

Energi seorang ambivert boleh dibilang cukup fluktuatif. Ada saatnya seorang ambivert senang berlama-lama ngobrol panjang lebar meski tidak terlalu blak-blakan, sehingga bisa lebih tenang. Orang ambivert akan lebih mudah mengutarakan pendapat, tapi akan mudah pula mendengarkan pendapat orang lain dengan ketenangannya.

3. Cepat bosan

Ini yang menyebabkan ambivert merasakan moody. Dalam beraktivitas, mudah sekali merasa bosan. Ada kalanya dia harus mencari kegiatan baru yang membuat seorang ambivert menghilangkan kebosanannya.

4. Mudah beradaptasi

Seorang ambivert lebih mudah beradaptasi atau menyesuaikan diri dalam situasi yang berbeda-beda. Ia bisa berpindah, dari introvert ke ektrovert, maupun sebaliknya. Ambivert juga dikenal sebagai sosok yang lebih mudah mencairkan suasana

5. Suka mengajak teman menghadapi situasi baru

Seseorang yang memiliki kepribadian ambivert akan lebih merasa tenang dan nyaman jika dalam menghadapi suasana baru ia mengajak atau membawa teman yang dikenalnya. Apalagi jika bertemu dengan orang asing atau orang yang baru dikenalnya. Ini merupakan salah satu cara untuk seorang ambiver mungarangi rasa nervous atau canggung.

6. Bisa banyak bicara namun bisa juga pendiam

Seorang ambivert bisa menjadi pendengar yang baik, dan menjadi pendiam. Jika memang dia merasa harus bicara banyak, maka dia akan mampu banyak bicara disaat-saat yang dirasanya tepat.

7. Berbeda sikap saat di lingkungan yang berbeda-beda

Jangan heran jika seorang ambivert bisa jadi pendiam di kelas, namun ternyata dia menjadi seorang yang ceria saat berada di luar lingkungan sekolah. Namun demikian, ia bisa menyeseuaikan diri atau beradaptasi dengan cepat dimanapun ia berada.

8. Tetap tenang

Dalam berbagai macam situasi, si ambivert bisa dalam keadaan kepala dingin, terutama dalam menghadapi situasi panas atau tegang. Sehingga ia akan lebih mudah mengeluarkan solusi di saat-saat situasi panas atau rumit.

9. Tidak suka basa basi

Tipe orang ambivert memang dikenal tidak suka basa basi. Hanya ada 2 pilihan dalam dirinya, langsung bicara jujur apa adanya, atau diam sama sekali. Ia tidak akan memilih basa-basi untuk tidak jujur dalam mengahadapi seseorang.

10. Memiliki intuisi yang kuat

Kemampuan untuk mengamati sebuah situasi membuat seorang ambivert tahu dimana dia harus berkomunikasi atau diam. Sehingga ia dapat mengukur kapan seharusnya ia harus bertindak sesuatu.

11. Sulit membuat keputusan

Seorang ambivert sering kali merasa menggebu-gebu di suatu waktu. Namun demikian, ia sering kali sangat sulit mengambil keputusan disaat ia dihadapkan pada dua pilihan. Ia cenderung akan mengambil keputusan dengan mempertimbangkan saran orang lain. Jika seroang introvert mengambil keputusan sesuai dengan analisanya, maka seorang ambiver ini akan mempertimbangkan dengan baik-baik kedua sumber informasi yang didapatnya. Butuh waktu lebih lama untuk seorang ambivert dalam mengambil keputusan.

12. Fleksibel saat bersosialisasi

Seorang ambivert bisa merasa nyaman baik di lingkungan introvert maupun di ekstrovert. Ia sangat bisa fleksible di banyak situasi, apalagi dalam situasi ramai. Ia justru akan merasa kesulitan saat berada di situasi yang tenang dan membosankan.

So, sekarang kamu sudah tahu apa itu kepribadian ambivert. Pertanyaannya sekarang adalah, apakah kamu termasuk orang yang berkepribadian ambivert, introvert atau ekstrovert?

Comments

comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Human Captcha Verification : * Time limit is exhausted. Please reload CAPTCHA.

%d bloggers like this: