7 Mitos Komputer dan Faktanya

Pernahkah anda mendengar tentang mitos komputer? Banyak mitos-mitos komputer yang sudah banyak diyakini dikalangan user atau pengguna komputer. Contoh yang sering terdengar misalnya saja file apapun yang dihapus dari komputer, maka akan hilang selamanya. Satu lagi misalnya sering terdengar kalau ada yang mengatakan bahwa kita jangan isi baterai sebelum benar-benar habis.

Lalu, bagaimana sebenarnya tentang mitos-mitos tersebut, benar atau salah sih? Ada beberapa mitos lain yang juga sudah banyak dipercayai banyak orang.

Mitos Komputer dan Faktanya Kebenarannya

1. Sebelum baterai diisi ulang, habiskan terlebih dahulu.

mitos komputer dan faktanya
Image courtesy of digitalart / FreeDigitalPhotos.net

Hal ini punya alasan, yaitu jika baterai diisi ulang saat masih terisi setengahnya, maka kamu hanya akan mendapatkan setengah daya tahan baterai. Padahal menurut para ahli, efek seperti itu cuma banyak terjadi di beberapa gadget masa lalu. Efek tersebut memang berpengaruh pada baterai nikel cadmium (NiCd). Sedangkan gadget jaman sekarang, sudah menggunakan NiMH dan ion litium.

Yang justru membuat daya tahan baterai menurun adalah jika kamu membiarkan baterai terus menancap di charger terus menerus setelah baterai terisi penuh.

Bagaimanapun kamu memperlakukan baterai kecil isi ulang, untuk bertahan lebih dari lima tahun itu kemungkinannya sangat kecil. Performa terbaik pada baterai hanya terasa di tiga tahun pertama.

2. Biarkan komputer nyala terus menerus.

Benarkah mitos komputer yang mengatakan tentang keharusan membiarkan komputer dalam keadaan selalu menyala terus? Komputer juga butuh istirahat, jadi sebenarnya komputer sebaiknya dimatikan setelah selesai digunakan, atau dimatikan setiap hari. Bukan tidak mungkin dapat terjadi fluktuasi atau lonjakan daya pada saat komputer sedang tidak digunakan. Nah kalau ini terjadi saat komputer dalam keadaan menyala, maka bisa menyebabkan kerusakan. Atau lebih baik kamu gunakan mode “sleep” saat komputer tidak digunakan dalam jangka waktu yang tidak terlalu lama, atau sementara saja.

3. Mac kebal terhadap virus.

Serangan virus pada Mac memang jauh lebih sedikit terdengar daripada PC, tapi ini bukan berarti Mac kebal lho. Produk Mac jumlahnya juga lebih sedikit daripada yang menggunakan mesin Windows. Para virus atau malware maker, tentu menginginkan mereka dapat menginfeksi sebanyak-banyaknya untuk mendapatkan korban. Kalau saja pasaran Mac meningkat, maka bisa saja mesin Apple ini bakal meningkat serangan virusnya. Safari yang digunakan di Mac ternyata juga punya reputasi buruk lho di beberapa kalangan komunitas sekuriti.

4. Mac lebih aman dibandingkan dengan PC.

Benarkan mitos tentang komputer yang menyebutkan bahwa Mac itu lebih aman? Para hacker punya ajang berkumpul di sebuah ajang Pwn2Own Hacking Challange. OS X Apple merupakan yang paling cepat di hack, katanya hanya membutuhkan waktu beberapa menit saja. Di tahun 2009 lalu, salah satu peserta hacker malah pernah menghack sebuah produk tersebut dalam waktu kurang dari 5 menit. Sedangkan windows Vista dapat bertahan selama 24 jam, sampai akhirnya juga bisa di hack. Jadi mitos ini tidak benar. Lakukan pengamanan ekstra safe, pada mesin apapun yang anda gunakan, baik Mac atau PC.

5. Internet Service Provider (ISP) memantau jejak kita.

Bagi kamu yang membutuhkan privasi digital lebih, tentu hal ini akan jadi kekhawatiran. ISP adalah sambungan lokal ke jaringan komputer global, atau lebih dikenal dengan internet. Page request pada setiap kegiatan online yang dilakukan, akan melalui router ISP yang kamu gunakan. Dari situ emamang sepertinya ISP tampak seperti kemampuan untuk memantau , memindai, dan menyimpan setiap data yang lalu lalang dalam sistem ISP.

Padahal kenyataannya, ISP “tidak” punya kemampuan ini. ISP tidaklah punya minta untuk mengarsipkan data informasi yang masuk. Lagipula, ISP juga sangat menjaga hak privasi para penggunanya.

6. Semua file atau data yang dihapus dari komputer akan selamanya hilang.

Berbagai file atau data di komputer pastinya sering di simpan, di edit, dipindahkan, atau bahkan diha pus. Banyak yang meyakini, bahwa kalau data yang dihapus, siapapun tidak bisa membuka atau melihatnya lagi. Mitos ini salah besar! Jangan berpikiran bahwa setelah data dihapus, maka data benar-benar hilang dari komputer atau di tempat penyimpanan data.

Komputer menyimpan referensi mengenai penyimpanan data di suatu file allocation table, data yang membuat file tersebut disimpan di harddrive. Itu yang terjadi saat kamu menyimpan data.  Saat file dihapus, maka referensinya akan dipindahkan dari table, tapi isi-isi file tersebut masih ada di drive. Meskipun kamu sudah melakukan recycle bin atau bahkan sudah melakukan formatting, penghapusan belum beres sampai disini saja. Informasi yang dihapus masih akan tetap ada disana.

Tapi sebenarnya disini kamu punya keuntungan, jika suatu saat tanpa sengaja file dihapus, maka kamu bisa mendapatkan kembali file yang terhapus tersebut memakai tool khusus untuk pemulih data, seperti Search and Recover, File Recovery, dsb. Tapi buruknya, orang lain bisa saja mengambil keuntungan tool ini untuk mendapatkan file-file penting yang sengaja kamu hapus untuk menghilangkan jejak atau menjaga kerahasiaan saat dihapus. Inilah yang sering terjadi banyak kebocoran data atau file yang disebarluarkan oleh bukan pemilik file atau data yang asli.

Jika kamu menghapus file dan ingin memastikan file atau data benar-benar terhapus, maka gunakan tool yang menggunakan teknik pengkremasian data, yang dapat meng-overwrite data, sehingga data yang dihapus tidak dapat diakses lagi. Misalnya saja menggunakan tool khusus dari Mechanic’s Incinerator dan Drive Scrubber.

7. Komputer lelet, tambah RAM saja.

Mitos komputer tentang penambahan RAM untuk mempercepat komputer ini sangat banyak dipercayai, benarkah? Kenyataannya, bukan hanya RAM yang menjadi faktor satu-satunya untuk mempercepat kerja komputer. Jangan lupa, dalam sebuah komputer, ada tiga komponen penting utama, yaitu hard drive (data), CPU (prosesor), dan RAM (Memori). Bayangkan jika komputer adalah sebuah wadah beras yang besar, beras jadi datanya,  wadah jadi prosesornya, dan memori jadi sendoknya.

Kalau kamu menggunakan sendok kecil (dalam artian memori terbatas), maka kamu pastinya harus bolak balik mengisi sendok dan mengisinya dengan beras ke dalam wadah. Jika kamu memilih sendok lebih besar (memori), makan kamu dapat membuat wadah kamu penuh dengan beras dengan satu gerakan saja.

Jadi pengertiannya disini, RAM sebenarnya tidak mempercepat kinerja komputer kamu, tapi mencegah memperlambat kerja yang tidak efisien. Memindahkah beras ke wadah agar cepat penuh terisi, dengan menggunakan sendok kecil tentu sangatlah tidak efisien. Jadi ingatlah, jika kompuiter memiliki memori yang cukup untuk bekerja secara efisien, menambah memori lagi sebenarnya tidak akan mempercepat kerja komputer lebih jauh lagi. Masih ada beberapa hal lain, baik dari hardware, software, atau perilaku user lainnya, yang dapat mempercepat kerja komputer, bukan hanya hal RAM saja.

Referensi: Tabloid PCPlus, 04-17 January 2011

Comments

comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Human Captcha Verification : * Time limit is exhausted. Please reload CAPTCHA.

%d bloggers like this: